Menampilkan 2084 data.
SENDAWAR - Bonus atlet Porprov VII Kaltim tahun 2022 bakal segera cair. Pemkab Kubar melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) telah menyiapkan anggaran Rp4 miliar lebih untuk bonus atlet. Kabar tersebut tentu membawa angin segar bagi pahlawan olahraga Bumi Tanaa Purai Ngeriman. Kepala Dispora Kubar, Gamas Laden mengatakan, bonus itu akan diberikan kepada pelatih dan atlet Cabor yang meraih medali emas, perak, dan perunggu.
SENDAWAR, TRIBUN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Barat (Kubar) telah menunjukkan komitmen mendukung pendidikan dengan menggelontorkan dana beasiswa sebesar Rp18,6 miliar. Program ini, yang dijalankan oleh Pemkab Kubar, bertujuan memberikan bantuan kepada siswa berprestasi dan kurang mampu di tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan perguruan tinggi.
BONTANG, TRIBUN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 miliar untuk perbaikan Jalan Urip Sumoharjo di kawasan Bontang Lestari. Titik ini menjadi satu-satunya ruas jalan yang mendapatkan alokasi perbaikan tahun ini. Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Anwar Nurdin, menjelaskan prioritas perbaikan jalan di kawasan industri Bontang Lestari difokuskan pada Jalan Urip Sumoharjo, tepatnya di depan PT Energi Unggul Persada (EUP). Jalan itu berperan penting sebagai akses utama warga Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), khususnya warga Desa Santan Ilir dan Santan Tengah menuju Kota Bontang. “Provinsi telah menganggarkan Rp50 miliar dari APBD tingkat 1 untuk perbaikan di depan PT Energi Unggul Persada (EUP). Jalan ini memang menjadi jalur strategis,” ujar Anwar, Minggu (19/1).
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda berkomitmen dalam membebaskan para siswa dari kewajiban membeli buku ajar atau buku penunjang. Komitmen ini kembali ditegaskan Walikota Samarinda, Andi Harun, sebagai bentuk konsistensi atas langkah-langkah pembenahan dunia pendidikan yang telah dirintis sejak tahun lalu. Terlebih di tahun sebelumnya mencuat polemik dugaan pungutan liar dalam bentuk pembebanan pembelian buku di sejumlah SD dan SMP negeri di Samarinda. Sejak saat itu Pemkot langsung mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Salah satunya melalui pencetakan buku penunjang secara massal yang dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah kota. “Buku sudah dalam proses cetak, Juni ini sudah jadi dan akan didistribusikan. Dan di tahun ajaran baru ini sekolah tidak ada jual beli buku. Disediakan oleh Pemkot,” ujar Andi Harun.